TRIGONOMETRI
Siswa/i dapat mempelajari mengenai trigonometri. Trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang mempelajari hubungan yang meliputi panjang dan sudut segitiga. Bidang ini muncul di masa Helenistik pada abad ke-3 SM dari penggunaan geometri untuk mempelajari astronomi. Trigonometri mudah dikaitkan dalam bidang segitiga siku-siku.
Rumus Persmaan Trigonometri
Berikut adalah rumus dasar dari persamaan trigonometri:

Rumus Trigonometri Lanjut
1. Rumus Jumlah dan Selisih Dua Sudut
sin (α + β) = sinα cosβ + cosα sinβ
sin (α – β) = sinα cosβ – cosα sinβ
cos (α + β) = cosα cosβ – sinα sinβ
cos (α – β) = cosα cosβ + sinα sinβ
tan (α + β) = tanα + tanβ / 1 – tanα tanβ
2. Rumus Sudut Rangkap
Jawab:
Pada modul e-learning ini, siswa/i dapat memahami ringkasan materi dan mengerjakan soal-soal latihan yang berkaitan dengan trigonometri.
POLINOMIAL (SUKU BANYAK)
Siswa/i dapat mempelajari mengenai polinomial (suku banyak). Dalam matematika, polinomial atau suku banyak adalah pernyataan matematika yang melibatkan jumlahan perkalian pangkat dalam satu atau lebih variabel dengan koefisien.
Bentuk umum dari polynomial yaitu:
an xn + an-1 xn-1 + . . . + a1 x + a
Dimana:
an, an-1,…,a1, a € R adalah koefisien atau konstanta.
an ≠ 0 , serta n adalah bilangan bulat positif.
Pangkat dari x adalah derajat polinomial.
Contoh dari bentuk polinomial seperti
- f(x) = 2x3 – x2 + 5x – 10
- g(x) = 3x2 – 2x + 8
- dst
Metode Pembagian Polinomial
Bentuk pembagian polinomial dirumuskan sebagai berikut:
f(x) = g(x) H(x) + S
Dimana:
f(x) adalah suku banyak yang dibagi.
g(x) adalah suku banyak pembagi.
H(x) adalah suku banyak hasil bagi.
S adalah suku banyak sisa.
Cara pembagian biasa
Apabila terdapat persamaan suku banyak f(x) =a2x2+a1x+a0 dibagi dengan (x-k) akan memiliki hasil bagi berupa H(x) dan sisa s, maka diperoleh hubungan:
f(x) = (x-k) H(x) +S
cara yang bisa dilakukan untuk mencari hasil bagi H(x) dan sisa S digunakan pembagian bersusun berikut.

Jadi, hasil bagi H(x) = a2x +a2k+ a1 dan sisa S adalah a+a1k+a2k2
Contohnya adalah jika 2x3 – 3x2 + x + 5 dibagi dengan 2x2 – x – 1. Berapakah hasil bagi dan sisanya!

Jadi, hasil baginya H(x) adalah x-1 dan sisanya x+4.
Metode Horner
Adapun beberapa aturan operasi pembagian menggunakan metode horner, diantaranya:
- Letakan semua koefisien dari derajat tertinggi sampai nol pada bagian atas (dari pangkat tertinggi dan urut). Jika terdapat persamaan suku banyak seperti 2x4 + 3x2-5x-9 = 0. Maka koefisien untuk pangkat x3 dapat ditulis 0.
- Letakan faktor pengali dibagian kiri.
- Hasil bagi terletak di baris bawah bagian kiri, sedangkan bagian kanan adalah sisa.
Hasil bagi = kolom bagian kiri / koefisien derajat pembagi
Sisa = kolom bagian kanan

Jadi, hasil bagi H(x) = a2x+a2k+ a1 dan sisa S = a2k2+a1k+ a
Contoh:
Tentukan hasil bagi 4x5+3x3-6x2-5x+1 bila dibagi dengan 2x-1 dengan metode horner?

Sehingga didapatkan hasil baginya 2x4 + x3 + 2x2 -2x -7/2 dan sisanya -5/2
Teorema
Teorema digunakan untuk mencari akar persamaan suku banyak yang pangkatnya lebih dari dua. Terdapat dua teorema yaitu teorema sisa dan faktor.
Teorema Sisa
Teorema ini digunakan untuk menentukan sisa pembagian suku banyak tanpa mengetahui persamaan suku banyak atau hasil baginya. Misalnya f(x) dibagi dengan p(x) dengan hasil bagi h(x) dan sisa h(x), sehingga diperoleh hubungan:
f(x) = p(x). H(x) + S(x)
Apabila f(x) suku berderajat n dan P(x) adalah pembagi berderajat m, dengan m ≤ n, maka diperoleh:
- H(x) adalah hasil bagi berderaja (n-m)
- S(x) adalah sisa pembagian berderajat maksimum (n-1)
Syarat teorema sisa meliputi du acara yaitu:
- Pembagian dengan (x-k)
Suku banyak f(x) berderajat n dibagi dengan (x-k) maka sisanya S=f(k), sisa f(k) adalah nilai suku banyak x=k yang dapat ditentukan dengan metode substitusi atau horner (bagan).
- Pembagian dengan (ax+b)
Suku banyak berderajat n dibagi dengan (ax+b) maka sisanya S = f(-b/a). sisa ini adalah nilai suku banyak untuk x = – b/a yang dapat ditentukan dengan metode subtitusi atau horner.
Teorema Faktor
Teorema ini digunakan untuk menentukan faktor atau akar-akar rasional dari suku banyak dengan cara horner. Terdapat dua konsep teorema faktor yaitu
- Jika P(x) habis dibagi q(x) atau mempunyai sisa nol, maka q(x) adalah faktor dari P(x)
- Jika P(x) = f(x). g(x) maka f(x) dan g(x) adalah faktor dari P(x).
Pada modul e-learning ini, siswa/i dapat memahami ringkasan materi dan mengerjakan soal-soal latihan yang berkaitan dengan polinomial (suku banyak).
