HIDROKARBON & MINYAK BUMI

Siswa/i dapat mempelajari mengenai hidrokarbon dan minyak bumi.

Hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan rantai-rantai tersebut. Misal jika rantai karbonnya terbuka disebut senyawa karbon alifatik seperti hidrokarbon golongan alkana, alkena dan alkuna sedangkan rantai karbonnya tertutup disebut senyawa karbon alisiklik seperti senyawa siklopentana dan aromatik seperti senyawa benzena.

Karbon mempunyai nomor atom 6 dengan 4 elektron valensi, sehingga mampu membentuk ikatan kovalen dan dapat membentuk rantai karbon yang panjang sehingga jumlahnya banyak.

Atom karbon (C) dengan nomor atom 6 mempunyai susunan elektron K=2 dan L=4. Atom karbon mempunyai 4 elektron valensi dan dapat membentuk empat ikatan kovalen. Sebagai contoh, molekul CH4 (metana) yang memiliki diagram yang cukup sederhana dibawah ini.

Contoh Hidrogen (Metana)

Dalam kimia karbon, penting bagi kita untuk dapat menuliskan rumus molekul dan rumus struktur. Rumus molekul menyatakan jumlah atom setiap unsur yang ada dalam suatu molekul. Sedangkan rumus struktur menggambarkan bagaimana atom-atom itu terikat satu sama lain.

Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa-senyawa organik dari jasad mikroorganisme jutaan tahun yang lalu di dasar laut. Hasil peruraian yang berbentuk cair akan menjadi minyak bumi dan yang berwujud gas menjadi gas alam. Minyak bumi merupakan campuran senyawa-senyawa hidrokarbon. Untuk dapat dimanfaatkan perlu dipisahkan melalui distilasi bertingkat, yaitu cara pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didihnya pada kolom bertingkat

Pada modul e-learning ini, siswa/i dapat memahami ringkasan materi dan soal-soal latihan yang berkaitan dengan hidrokarbon dan minyak bumi. 

Senyawa-Hidrokarbon-700x445
lajuuuu

LAJU REAKSI

Siswa/i dapat mempelajari mengenai laju reaksi. Laju reaksi adalah perubahan konsentrasi reaktan atau produk per satuan waktu. Besaran laju reaksi dilihat dari ukuran cepat lambatnya suatu reaksi kimia. Laju reaksi mempunyai satuan M/s. Laju reaksi dilambangkan dengan v atau r. Orde reaksi itu merupakan pangkat molaritas dalam persamaan laju reaksi. Mudahnya, orde reaksi itu adalah tingkat reaksi. 

Dalam proses terjadinya reaksi, ada salah satu teori yang bisa menjelaskan tentang hal tersebut, namanya teori tumbukan. Menurut teori ini, reaksi kimia yang terjadi itu bisa terjadi karena partikel-partikel yang saling bertumbukan.

Kenapa sih, bisa saling bertumbukan?

Tumbukan bisa terjadi kalau ada dua molekul atau lebih dan permukaannya saling bersentuhan di satu titik. Satu titik di sini itu merupakan anggapan bentuk molekul bulat seperti bola. Kamu harus tahu bahwa nggak semua tumbukan bakal menghasilkan reaksi kimia. Tumbukan yang menghasilkan reaksi kimia disebut dengan tumbukan efektif.

Pada modul e-learning ini, siswa/i dapat memahami dan mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan laju reaksi.